Sabtu, 30 April 2011

The Time

Waktu....... Hem.. kita memiliki keterbatasan dalam hidup untuk yang satu ini, kita tidak akan pernah bisa kembali seperti sedia kala. waktu yang telah berlalu akan menjadi kenangan dan sejarah dalam kehidupan kita di dunia untuk sementara.
Ada masa yang akan kita lewati ketika waktu di dunia ini memang benar-benar akan berhenti atas kehendaknya. dimana di masa ini kita tidak akan bisa berbuat apa-apa lagi dengan menggunakan semua yang telah Tuhan berikan kepada kita pada semua anggota bagian tubuh kita. Adakah manusia yang bisa bertahan,menghindari,bahkan sembunyi sekalipun di dalam gua yang tidak pernah dijamah manusia, menutup diri sehingga tidak ada seorangpun tahu. .......
Oh waktu...
Siapa manusia yang tidak pernah berhadapan dengan yang satu ini. semua orang pasti tidak bisa menghindar. Hanya saja, Apakah manusia bisa memanfaatkan waktu ini dengan sebaik-baiknya atau tidak?

Andaikan saja ada yang bisa menghindar? ............... hem kayaknya Gak ada deh.
Apa yang akan anda perbuat dengan waktu ini sehingga anda bisa mengelola waktu dengan baik? Tuliskanlah 10 hal untuk mengisi waktu sehingga akan bernilai dihadapan yang maha kuasa kelak:
1...............................................................
2. .............................................................
3...............................................................
4...............................................................
5...............................................................
6...............................................................
7. .............................................................
8...............................................................
9 ..............................................................
10. ............................................................
kirim jawaban Anda ke email saya /melalui facebook mysafrudin@gmail.com

Selasa, 15 Maret 2011

Sistem Penugasan Dalam Manajemen Ketenagaan Keperawatan

Prinsip pemilihan metode penugasan adalah : jumlah tenaga, kualifikasi staf dan klasifikasi pasien. Adapun jenis-jenis metode penugasan yang berkembang saat ini adalah sebagai berikut :
1. Metode Fungsional
Metode fungsional dilaksanakan oleh perawat dalam pengelolaan asuhan keperawatan sebagai pilihan utama pada saat perang dunia kedua. Pada saat itu karena masih terbatasnya jumlah dan kemampuan perawat maka setiap perawat hanya melakukan satu sampai dua jenis intervensi, misalnya merawat luka kepada semua pasien di bangsal.
Kelebihan :
a. Manajemen klasik yang menekankan efisiensi, pembagian tiugas yang jelas dan pengawasan yang baik.
b. Sangat baik untuk Rumah Sakit yang kekurangan tenaga.
c. Perawat senior menyibukkan diri dengan tugas manajerial, sedangkan perawat pasien diserahkan kepada perawat junior dan atau belum berpengalaman.
Kelemahan :
a. Tidak memberikan kepuasan pada pasien maupun perawat.
b. Pelayanan keperawatan terpisah-pisah, tidak dapat menerapkan proses keperawatan.
c. Persepsi perawat cenderung kepada tindakan yang berkaitan dengan ketrampilan saja.
2. Metode Perawatan Tim
Metode pemberian asuhan keperawatan dimana seorang perawat profesional memimpin sekelompok tenaga keperawatan dengan berdasarkan konsep kooperatif & kolaboratif.
Tujuan Metode Tim :
a. Memfasilitasi pelayanan keperawatan yang komprehensif.
b. Menerapkan penggunaan proses keperawatan sesuai standar.
c. Menyatukan kemampuan anggota tim yang berbeda-beda
Konsep Metode Tim :
a. Ketua tim sebagai perawat profesional harus mampu menggunakan berbagai teknik kepemimpinan.
b. Pentingnya komunikasi yang efektif agar kontinuitas rencana keperawatan terjamin.
c. Anggota tim harus menghargai kepemimpinan ketua tim.
d. Peran kepala ruang penting dalam model tim. Model tim akan berhasil baik jika didukung oleh kepala ruang.
Kelebihan :
a. Memungkinkan pelayanan keperawatan yang menyeluruh.
b. Mendukung pelaksanaan proses keperawatan.
c. Memungkinkan komunikasi antar timsehingga konflik mudah diatasi dan memberikan kepuasan kepada anggota tim.
Kelemahan :
a. Komunikasi antar anggota tim terbentuk terutama dalam bentuk konferensi tim, yang biasanya membutuhkan waktu dimana sulit untuk melaksanakan pada waktu-waktu sibuk (memerlukan waktu ).
b. Perawat yang belum terampil & kurang berpengalaman cenderung untuk bergantung/berlindung kepada perawat yang mampu.
c. Jika pembagian tugas tidak jelas, maka tanggung jawab dalam tim kabur
3. Metode Primer
Metode penugasan dimana satu orang perawat bertanggung jawab penuh selama 24 jam terhadap asuhan keperawatan pasien mulai dari masuk sampai keluar rumah sakit. Mendorong praktek kemandirian perawat, ada kejelasan antara pembuat perencana asuhan dan pelaksana. Metode primer ini ditandai dengan adanya keterkaitan kuat dan terus menerus antara pasien dengan perawat yang ditugaskan untuk merencanakan, melakukan, dan koordinasi asuhan keperawatan selama pasien dirawat.
Konsep dasar metode primer :
a. Ada tanggungjawab dan tanggunggugat
b. Ada otonomi
c. Ketertiban pasien dan keluarga

Kelebihannya :
a. Model praktek professional
b. Bersifat kontinuitas dan komprehensif
c. Perawat primer mendapatkan akontabilitas yang tinggi terhadap hasil dan memungkinkan pengembangan diri.
d. Klien/keluarga lebih mengenal siapa yang merawatnya
Kelemahannya :
a. Hanya dapat dilakukan oleh perawat yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang memadai dengan kriteria asertif, self direction, kemampuan mengambil keputusan yang tepat, menguasai keperawatan klinik, akontable serta mampu berkolaborasi dengan berbagai disiplin.
b. Biaya lebih besar
4. Metode Kasus
Setiap pasien ditugaskan kepada semua perawat yang melayani seluruh kebutuhannya pada saat ia dinas. Pasien akan dirawat oleh perawat yang berbeda untuk setiap shift dan tidak ada jaminan bahwa pasien akan dirawat oleh orang yang sama pada hari berikutnya. Metode penugasan kasus biasa diterapkan satu pasien satu perawat, umumnya dilaksanakan untuk perawat privat atau untuk perawatan khusus seperti : isolasi, intensive care.
Kelebihan :
a. Perawat lebih memahami kasus per kasus
b. Sistem evaluasi dari manajerial menjadi lebih mudah
Kekurangan :
a. Belum dapatnya diidentifikasi perawat penanggungjawab.
b. Perlu tenaga yang cukup banyak dan mempunyai kemampuan dasar yang sama.

Minggu, 30 Januari 2011

MANAJEMEN ASUHAN KEPERAWATAN

Manajemen asuhan keperawatan yang baik sangat dibutuhkan dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien secara sistematis dan terorganisir. Manajemen asuhan keperawatan merupakan pengaturan sumber daya dalam menjalankan kegiatan keperawatan dengan menggunakan metoda proses keperawatan untuk memenuhi kebutuhan klien atau menyelesaikan masalah klien (Keliat, 2000). Tiga komponen penting dalam manajemen asuhan keperawatan yaitu manajemen sumber daya manusia (perawat) dengan menggunakan sistem pengorganisasian pekerjaan perawat (asuhan keperawatan) dan sistem klasifikasi kebutuhan klien dalam metoda pemberian asuhan keperawatan yaitu proses keperawatan.

Proses keperawatan adalah suatu pendekatan penyelesaian masalah yang sistematis dalam pemberian asuhan keperawatan. Kebutuhan dan masalah klien merupakan titik sentral dalam proses penyelesaian masalah ini.

Menurut Craven dan Hirnle (2000) proses keperawatan merupakan suatu panduan untuk memberikan asuhan keperawatan professional, baik untuk individu, kelompok, keluarga dan komunitas. Berdasarkan prinsip inilah, tim pengembang modul ini menyusun pedoman pemberian asuhan keperawatan di ruang MPKP yang dapat diterapkan baik pada individu pasien, kelompok pasien, individu keluarga, dan kelompok keluarga pasien.

Selanjutnya, Craven dan Hirnle (2000) menyatakan bahwa proses keperawatan memiliki enam fase yaitu: pengkajian, diagnosa, tujuan, rencana tindakan, implementasi, dan evaluasi.

Contoh Model Praktek Keperawatan Profesional di Badan Pelayanan Kesehatan Jiwa dapat didownload disini

Rabu, 26 Januari 2011

KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL DAN TRANFORMATIONAL

Kepemimpinan Transaksional versus translasi Outhwaite (2003) mengutip definisi dari kepemimpinan transaksional dan transformasional diasumsikan oleh Bass pada tahun 1990. kepemimpinan transaksional melibatkan keterampilan yang dibutuhkan dalam tiap hari efektif untuk menjalankan tim. Namun, kepemimpinan transformasional melibatkan bagaimana supaya tim terpadu bekerja sama dan melakukan pendekatan inovasi kepada mereka untuk pekerjaan (Outhwaite, 2003). Sebagai contoh, seorang pemimpin dapat memberdayakan anggota tim dengan memberikan kesempatan kepada individu-individu untuk memimpin aspek-aspek tertentu dari proyek berdasarkan bidang keahlian mereka. Hal ini akan mendorong pengembangan keterampilan kepemimpinan individu. Selain itu, pemimpin ha

rus mengeksplorasi dan mengidentifikasi hambatan konflik ketika mereka muncul, dan kemudian bekerja sama dengan tim untuk mengatasinya (Outhwaite, 2003). Selain itu, pemimpin harus tetap menjadi bagian dari tim, berbagi dalam pekerjaan, sehingga dekat dengan kegiatan karyawan dan mampu memahami perspektif karyawan (Outhwaite, 2003). untuk mengetahui kehatian-hatian seorang karyawan juga perlu dilakukan test sehingga kita bisa menentukan jenis pekerjaan apa yang akan diberikan kepada karyawan ikuti test ini test kepribadian
Selengkapnya download di kepemimpinan transaksional dan transformational

Rabu, 24 November 2010

TEORI MANAJEMEN KEPERAWATAN

Manajemen dan kepemimpinan bisa diartikan sebagai suatu kegiatan yang berarti supervisi, namun demikian fungsi manajemen sangat bermakna luas. Sebagai seorang manajer, Anda harus menguasai tentang bagaimana cara memimpin, memandu, mengelola dan mengarahkan orang lain untuk menuju sebuah tujuan yang hendak Anda capai. tujuan yang hendak anda capai tentunya dalam konteks ini adalah pelayanan keperawatan dalam upaya meningkatkan asuhan keperawatan kepada pasien yang menjadi mitra kita dimana dalam memberikan asuhan keperawatan untuk mencapai hasil kepada tingkat kesehatan yang lebih baik.

ILMU MANAJEMEN
Tokoh yang paling terkenal dalam dunia ilmu manajemen adalah Frederick W. Taylor, di tahun 1990an, dia berpendapat bahwa teori manajemen seperti layaknya sebuah mesin Fokus utama pendapatnya adalah produksi yang efisien dan cepat. Dorongan atau motivasi dan manajemen sangat dipengaruhi oleh kepuasan dalam bekerjasama untuk me ningkatkan produksi.

Sabtu, 26 Juni 2010

MANAGEMEN KEPERAWATAN

Topic of The Blog Nursing Management
1. What is the issue of nursing manajemen
2. Tren of nursing management in indonesia
3. Concepts of Nursing Management
4. Process and Concept of Nursing Management
5. Theory of Nursing Management
6. Standart Nursing Management

Dear, Reader
This blog is mynote from a long time to khow about nursing. I hope you, this note can give you information anything about nursing, focus nursing in indonesia abaout all.